img
Home / Artikel / Pendidikan / Penjelasan Permainan Bulu Tangkis, Ukuran Lapangan dan Sejarahnya

Penjelasan Permainan Bulu Tangkis, Ukuran Lapangan dan Sejarahnya

/
/
/
852 Views

Bulu tangkis atau biasa disebut dengan istilah badminton ialah suatu permainan olahraga yang menggunakan alat raket dan dimainkan oleh dua orang (permainan tunggal) atau empat orang (permainan ganda) yang saling berlawanan.

Olahraga ini hampir mirip dengan olahraga tenis yaitu bertujuan untuk memukul bola (shuttlecock) melewati jaring pembatas atau net supaya bola tersebut jatuh di area lawan. Untuk penjelasan lengkap tentang bulu tangkis silahkan kunjungi Panduan Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Lengkap dengan Gambar.

Sejarah Bulu Tangkis Dunia

Sejarah Badminton Dunia
Más deporte en AS.com

Pada awalnya orang hanya mengenal nama badminton yang berasal dari sebuah rumah/istana di daerah Gloucester-shire, terletak di sekitar 200 kilometer sebelah barat London, inggris. Badminton house, itulah nama istana tersebut, menjadi saksi sejarah bagaimana bagaimana permainan ini terus berkembang hingga sangat popular seperti sekarang ini.

Pemilik bangunan istana tersebut adalah Duke of Beafourt, ia bukanlah orang yang menemukan jenis permainan badminton ini. badminton hanyalah sebuah nama dari bangunan tersebut karena disitulah awal mula permainan ini dimainkan.

Kemudian nama badminton mulai dikenal oleh kalangan atas kemudian menyebar ke seluruh masyarakat. Badminton menjadi satu-satunya cabang olahraga yang namanya berasal dari sebuah tempat.

Kemudian organisasi olahraga Internasional Federasi Bulu tangkis (IBF) didirikan pada tahun 1934. Negara-negara yang ikut serta di dalamnya yaitu Irlandia, Inggris, Skotlandia, Irlandia, Wales, Denmark, Selandia Baru, Prancis, Kanada dan Belanda.

Pada saat pertemuan Extraordinary General Meeting di Madrid pada semptember tahun 2006, ada yang mengusulkan perubahan nama induk organisasi dari International Badminton Federation berubah menjadi Badminton World Federation (BWF), kemudian usulan tersebut disepakati oleh semua delegasi yang hadir pada waktu itu dengan jumlah 206.

Sejarah Bulu Tangkis Indonesia

Sejarah Bulu Tangkis Indonesia
www.pbdjarum.org

Sejarah bulu tangkis di Indonesia sebenarnya sudah cukup lama. Ada yang memperlkirakan Indonesia telah mengenal bulu tangkis semenjak tahun 1930 an. Ketika itu, bulu tangkis dinaungi di bawah Ikatan Sport Indonesia (ISI).

Bulu tangkis semakin berkembang ketika Indonesia mulai merdeka. Pada tahun 1947 berdiri sebuah organisasi yang bernama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Kemudian pada tanggal 5 Mei 1951 terbentuklah organisasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

PBSI sendiri lahir di tengah gejolak revolusi. Ketika itu sebagai bangsa yang baru saja lahir, Indonesia harus berjuang keras supaya bisa mempunyai prestasi di tingkat dunia. Bung Karno sendiri mengkampanyekan “Nation Building”.

Ia memberikan arahan agar olahraga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan Indonesia untuk bisa segera dikenal oleh dunia. Bung Karno kemudian menerbitkan Kepres No 263/1963 untuk mencanangkan Indonesia bisa masuk ke posisi 10 besar dalam bidang olahraga.

Tim Bulu tangkis Indonesia langsung merespon hal tersebut dan kemudian segera mewujudkan impian Bung Karno dengan cara berpartisipasi dalam IBF pada tahun 1953.

Pada tahun 1958, Indonesia mengikuti kejuaraan piala Thomas yang diselenggarakan di Singapura. Pada mulanya tim Indonesia belum “direken”. Pada jaman itu sekitar tahun 1950 an, tim bulu tangkis terkuat adalah Amerika, Malaysia, Denmark, inggris dan Thailand.

Namun, siapa yang mengira bahwa Indonesia malah bisa tampil perkasa dalam ajang pertandingan tersebut. Dua atlet Indonesia yaitu Tan Joe Hook dan Ferry Sonnevile, mampu tampil dengan cemerlang dan masuk ke “All Indonesian Final”.

Yang perlu diingat juga adalah pada saat itu Indonesia masih dibilang sebagai Negara yang sedang dalam masa sulit. Tidak ada anggaran yang melimpah untuk pembinaan olahraga bulu tangkis.

Bahkan untuk bisa memulangkan Ferry Sonnevile yang sedang belajar di Belanda, PBSI harus mengumpulkan dana melalui “Dompet Ferry Sonnevile” untuk sekedar membeli tiket pesawat.

“Oleh sebab itu tatkala Saja memberikan restu kepada tim Thomas Cup  untuk pertama kalinya saya telah berkata, hai anak-anakku, pergilah kau menuju pertandingan Thomas Cup itu. Aku tidak bisa memberikan bekal kepadamu selain dari restu dan permintaan kepadamu, supaya engkau sekalian dedicate engkau-punja hidup itu kepada sesuatu hal yang luhur dan suci,” demikian pesan yang disampaikan oleh Bung Karno kepada tim Thomas Cup Indonesa.

Pada tahun 1961, tim bulu tangkis Indonesia berhasil merebut gelar juara. Indonesia berhasil menumbangkan raksasa Thailand di fase final. Kemudian di ajang piala Thomas pada tahun 1964 di Tokyo, Jepang, tim Indonesia kembali menjadi juara setelah berhasil mengalahkan Denmark.

Namun ketika piala Thomas pada tahun 1967 yang diselenggarakan di Ibu Kota Sendiri atau Jakarta justru tim Indonesia malah gagal membawa gelar juara. Penyebabnya karena tim Indonesia diskors akibat adanya sebuah insiden dari penonton.

Namun, ketika piala Thomas 1970 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, tim Indonesia berhasil membalas kekalahan sebelumnya.

Era Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia

Era Kejayaan Badminton Indonesia
twitter.com

Pada era 1960 hingga 1970 bisa dibilang sebagai era kejayaan bulu tangkis Indonesia. Pada masa itu muncul beberapa nama yang melegenda seperti Rudy Hartono. Namanya tertulis di Guinness Book of World Records sebagai pemegang rekor juara All-England.

Rudy Hartono berhasil merebut juara All-England sebanyak delapan kali. Tujuh kali berturut-turut, yaitu dari 1967 hingga 1974. Setelah itu ia berhasil menang lagi di ajang yang sama pada tahun 1976. Saingan terdekatnya adalah Erland Kops, ia berhasil meraih juara sebanyak 7 kali.

Sementara tim ganda putra Indonesia, yang bernama Tjuntjun/Johan Wahjudi, berhasil merebut juara ganda putra sebanyak 6 kali. Prestasi tersebut menyamai rekor yang dilakukan oleh Fin Kobbero/Poul Erik Nielsen (Denmark).

Pada tahun 1980, China mulai menampakan diri sebagai salah satu saingan yang cukup berat. Di ajang kejuaraan All England, Indonesia hanya mampu menjadi juara di tahun 1981, yaitu Liem Swie King. Sisanya didominasi oleh China dan Denmark.

Di ajang piala Thomas, Indonesia hanya mampu menang ketika piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur. Sedangkan piala Uber diborong oleh tim dari China.

Kemudian pada tahun 190 hingga tahun 2000, Indonesia bisa dibilang telah bangkit lagi. Tahun 1992, di Olimpiade Barcelona, Indonesia mencetak sejarah baru dan sejarah tersebut berasal dari cabang olahraga bulu tangkis.

Untuk pertama kalinya kontingen Indonesia berhasil membawa pulang medali emas. Lebih dari itu tim Indonesia berhasil membawa pulang 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu.

Medali emas pertama diperoleh etlit Indonesia bernama Susi Susanti di pertandingan tunggal, kemudian disusul oleh Alan Budikusuma di pertandingan tunggal putra. Medali perak diperoleh Ardi B Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono-Rudy Gunawan (ganda putra). Sementara untuk medali perunggu diraih oleh Hermawan Susanto (tunggal putra).

Silang empat tahun setelah itu, di ajang Olimpiade Atlanta, tim bulu tangkis Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak dan dua perunggu. Dalam ajang tersebut medali emas dipersembahkan dari pasangan ganda putra legendaries yaitu Rexy Mainaky-Ricky Subagja.

Sedangkan di piala Thomas Indonesia berhasil menjuarainya sebanyak lima kali berturut-turut pada tahun 1994 hingga tahun 2002.

Sedangkan di kejuaraan All England Indonesia juara tiga kali yaitu Ardi Wiranata (1991) dan Haryanto Arbi (1993 dan 1994). Sedangkan di kompetisi piala Uber, Indonesia berhasil menang dua kali: 1994 dan 1996.

Peralatan Permainan Bulu Tangkis

Permainan bulu tangkis membutuhkan beberapa peralatan untuk bisa memainkanya, berikut beberapa peralatan yang harus anda sediakan sebelum memainkan permainan bulu tangkis.

1. Raket (alat pemukul)

Raket
pixabay.com

Raket adalah alat yang digunakan pemain untuk memukul bola (shuttlecock). Alat pemukul ini sangat ringan namun sangat kuat.

Bahan yang digunakan pada raket sangat bervariasi. Secara tradisional raket dibuat dari bahan kayu. Kemudian logam ringan atau aluminium menjadi bahan yang lebih banyak digunakan.

Namun sekarang, hampir semua raket bulu tangkis yang digunakan para pemain professional menggunakan bahan komposit serat karbon (plastic bertulang grafit).

Serat karbon memiliki kekuatan yang sangat hebat terhadap perbandingan berat, kaku dan mampu memberikan perpindahan energy kinetic yang hebat.

Namun beberapa model rendahan masih menggunakan bahan baja atau aluminium untuk sebagian ataupun keseluruhan raket.

Dalam memilih raket ada hal-hal yang perlu untuk diperhatikan yaitu diantaranya:

  1. Berat Raket : Berat raket yang biasa digunakan untuk permainan bulu tangkis adalah antara 85 hingga 100 gr.
  2. Titik Keseimbangan : Dalam memilih raket titik keseimbangan menjadi faktor yang cukup penting. Karena hal ini akan berpengaruh dalam akurasi pukulan smash atau ketika bertahan.
  3. Tingkat Kekakuan : Ada dua macam batang raket, yaitu batang raket yang fleksibel dan batang raket yang kaku. Batang raket yang fleksibel terasa lentur ketika melakukan pukulan, sedangkan yang kaku kebalikanya.
  4. Bentuk Frame Kepala Raket : Tipe konvensional (oval) mempunyai titik untuk melakukan pukulan yang baik. Isometric (hampir persegi) memiliki bentuk kepala hampir mirip mendekati persegi, jenis ini yang banyak digunakan saat ini.

Baca Juga: Gambar dan Penjelasan Lengkap Ukuran Lapangan Bola Basket

2. Senar Raket

Senar Raket Bulu Tangkis
www.victorsport.com.tw

Raket tanpa adanya senar, maka tidak akan berguna. Begitu juga sebaliknya. Senar dan raket adalah satu paket yang harus ada.

Mungkin hal ini yang sering menjadi perhatian banyak orang. Jenis senar ada bermacam-macam. Kualitas keawetan dan dalam masalah kinerja juga berbeda.

Kebanyakan senar memiliki ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 hingga 21+Ib.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kualitas senar yang akan kita pakai, tentunya pakai senar yang bagus, supaya dalam memainkan bulu tangkis bisa maksimal dan nyaman saat memakainya. Hal yang perlu diperhatikan tarikan senar, jenis senar dan simpul senar yang digunakan.

Senar raket badminton atau bulu tangkis juga mempunyai tarikan tertentu yang biasanya diatur menggunakan alat untuk menganyam senar ke raket.

Setiap raket harus ada batas maksimum untuk dianyam, hal ini bisa dilihat pada bagian gagang raket, biasanya akan ada rekomendasi tarikan minimum dan maksimum untuk raket.

3. Shuttlecock (kok)

Shuttlecock
www.ipna.ir

Shuttlecock adalah bola yang digunakan dalam permainan bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal membentuk setengah bola yang terbuat dari gabus.

Shuttlecock memiliki berat sekitar 73 – 85 grains (4,47 – 5,50 gram) dan harus memiliki 14 hingga 16 helai bulu yang tertancap pada gabus yang bergaris 1-1/8 inch atai 25 –  28 milimeter.

Sedangkan untuk ukuran bulunya harus berukuran 62 – 70 mm dari ujung paling atas hingga ujung pada gabus.

Garis tengah atau diameter pada bagian atas shuttlecock 54 – 56 mm dan harus melekat dengan kuat atau diikat dengan benang.

Ada juga kok yang terbuat bahan dari plastik, biasanya jenis kok ini digunakan hanya untuk latihan saja dan jarang digunakan dalam perlombaan bulu tangkis.

4. Tinggi Net Bulu Tangkis

net badminton
www.mybadmintonstore.com

Net memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bulu tangkis, net berfungsi sebagai pembatas antara pemain yang satu dengan pemain yang lain. Net memiliki tinggi 155 cm dan sama untuk semua jenis permainan, baik itu tunggal ataupun permainan ganda.

Pemain tidak boleh menyentuh net baik itu dengan tangan atau menyentuhnya menggunakan raket ketika pertandingan sedang berlangsung, jika hal ini terjadi maka lawan akan mendapatkan tambahan poin.

5. Sepatu Bulu Tangkis

Sepatu badminton
Pinterest.com

Ketika sedang melakukan olahraga bulu tangkis sangat dianjurkan untuk menggunakan sepatu bulu tangkis khusus atau bisa juga menggunakan sepatu olahraga lainya.

Hal ini berfungsi untuk menghindari terjadinya cedera pada kaki, terlebih jika anda bermain di lapangan bulu tangkis yang terbuat dari lantai beton tidak dari lantai vinyl, tentu hal ini lebih berbahaya lagi.

Selain itu menggunakan sepatu saat melakukan olahraga bulu tangkis akan menambah skill permainan dan menghindari terpeleset, sehingga permainan bisa maksimal dan menjadi lebih gesit tanpa takut terjatuh.

Lapangan Bulu Tangkis

Ukuran Lapangan Bulu Tangkis
www.sports247.my

Di dalam permainan bulu tangkis, ada 2 ukuran lapangan bulu tangkis standar yang sering digunakan sesuai standar BWF (Badminton World Federation), yaitu pertandingan tunggal dan pertandingan ganda.

Berikut ukuran lapangan bulu tangkis yang biasa digunakan dalam kompetisi tingkat dunia.

  • Ukuran panjang lapangan bulu tangkis yaitu 13, 40 meter.
  • Untuk lebar lapangan bulu tangkis memiliki ukuran 6,10 meter.
  • Jarak antara garis net hingga garis serve depan lapangan bulu tangkis 1,98 meter.
  • Jarak antara garis serve tengah dengan garis samping yaitu 3,05 meter.
  • Jarak antara garis serve belakang (pertandingan ganda) dengan garis belakang lapangan yaitu 0,76 meter.
  • Jarak antara garis samping pada permainan bulu tangkis tunggal dengan garis pinggir lapangan yaitu 0,46 meter.
  • Tinggi tiang net pada lapangan permainan bulu tangkis memiliki ukuran yaitu 1,55 meter.

Selain ukurang tersebut, ternyata Badminton World Federation membedakan ukuran lapangan bulu tangkis tunggal dan lapangan bulu tangkis untuk ganda.

1. Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Tunggal

ukuran lapangan badminton
www.badmintonact.asn.au
  • Panjang lapangan bulu tangkis untuk pertandingan tunggal putra ataupun putri adalah 13,40 meter.
  • Panjang bidang penerima serve adalah 4,27 meter.
  • Lebar lapangan permainan bulu tangkis yaitu 5,18 meter.
  • Lebar bidang penerima serve permainan bulu tangkis yaitu 2,59 meter.

2. Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Pertandingan Ganda Putra dan Putri atau Campuran

  • Panjang ukuran lapangan bulu tangkis adalah 13,40 meter
  • Panjang bidang penerima serve 3,96 meter.
  • Lebar ukuran lapangan permainan bulu tangkis adalah 6,10 meter
  • Lebar bidang penerima serve permainanbulu tangkis adalah 3,05 meter.

Setelah mengetahui berbagai ukuran dan peralatan yang dibutuhkan sesuai standar yang sering digunakan, oleh karena itu diharapkan bagi anda yang menyukai olahraga tersebut bisa menambah sedikit wawasan tentang badminton.

Selain itu anda juga bisa mengukur kecepatan  serta jarak pukulan agar pukulan yang dihasilkan bisa lebih terukur dan tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: