KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

Home / Artikel / Pendidikan / Sejarah Kerajaan Majapahit Penganut Hindu Terbesar di Indonesia

Sejarah Kerajaan Majapahit Penganut Hindu Terbesar di Indonesia

/
/
/
186 Views
img

Salah satu kerajaan yang sangat terkenal sejarahnya di Indonesia adalah Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini sangatlah terkenal karena memiliki seorang patih yang sangat besar bernama Patih Gajah Mada.

Dalam sejarahnya, kerajaan ini juga menjadi kerajaan termahsyur, terpopuler dan memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Nah, bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai kerajaan ini, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan yang bercorak Hindu di Indonesia, terletak di Jawa timur, kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M. Kerajaan ini juga digadang-gadang memiliki wilayah kekuasaan terluas bahkan kekuasaannya hingga mencapai luar Indonesia.

Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit

 

Sebab akibat berdirinya Kerajaan Majapahit adalah adanya serangan yang dilakukan oleh Jayaketwang atau Adipati Kediri yang membunuh penguasa Kerajaan Singasari karena tidak mau membayar upeti. Karena hal ini, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) melarikan diri ke Madura untuk meminta bantuan kepada Aryawiraraja.

Saat meminta banua, Raden Wijaya diberikan sebuah hutan tarik oleh Aryawiraraja untuk dijadikan sebagai wilayah kekuasaan. Dari sini muncullah sebuah desa baru yang disebut dengan Majapahit.

Nama Majapahit diambil dari kata “Buah Maja” dan “Rasa Pahit”. Dari nama ini akhirnya digabungkan menjadi Majapahit. Tidak lama setelah Raden Wijaya melarikan diri, pasukan Mongolia mencari Kartanegara untuk menghukum Kartanegara yang tidak mau membayar upeti.

Adanya kejadian ini dimanfaatkan oleh raden Wijaya untuk menjalin kerja sama dengan pasukan Mongolia. Tujuannya adalah untuk menyerang pasukan dari Raden Jayaketwang. Dalam kerja sama ini, pasukan Mongolia dan Raden Wijaya berhasil menang dan membunuh Jayaketwang. Tidak lama berselang, Raden Wijaya kemudian mengusir pasukan Monglia dari Pulau Jawa.

Proses pengusiran ini terjadi saat pasukan Mongolia melakukan pesta karena telah berhasil mengalahkan pasukan Jayaketwang. Pada saat mereka lengah di meriahnya pesta, raden Wijaya memanfaatkan waktu tersebut untuk menyerang pasukan Mingolia.

Dan saat itulah Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongolia sekaligus mengusirnya dari tanah Jawa. Akibat perbuatan yang dilakukan inilah Raden Wijaya berhasil naik tahta dan diberi gelar Sri Kertajaya Jayawardhana pada tahun 1293.

Pada saat itu pula Raden Wijaya dinobatkan menjadi raja Majapahit pertama yakni pada tanggal 15 bulan Kartika Tahun 1215 atau 10 November 1293. Kerajaan Majapahit ini terletak di Jawa Timur dengan ibu kotanya yang bernama Triwulan tepatnya di Mojokerto. Kerajaan ini berkuasa cukup lama yakni dari tahun 1293 hingga tahun 1500 M.

Kehidupan Politik Kerajaan Majapahit

kerajaan Majapahit
wisatakita.com

Dalam kehidupan politiknya, Kerajaan Majapahit mengalami banyak pemberontakan dari dalam kerajaannya sendiri. Awal pemberontakan terjadi pada saat raden Wijaya memerintah dan pemberontakan dilakukan oleh Rangalawe, Hambi dan Sora.

Pemberontakan ini memiliki tujuan untuk menjatuhkan Raden Wijaya. Namun, dengan kecerdikan yang dimiliki oleh Raden Wijaya pemberontakan tersebut bisa dipadamkan oleh Raden Wijaya.

Kehidupan di Majapahit kembali damai hingga masa pemerintahan Raden Wijaya berakhir di tahun 1309. Selanjutnya, kekuasaan Kerajaan Majapahit diberikan kepada putranya yang bernama Jayanegara.

Pada saat itu, Jayanegara masih berusia 15 tahun. Jika Raden Wijaya memiliki keahlian dalam memimpin, maka hal ini bertolak belakang dengan Jayanegara. Hingga pada akhirnya Jayanegara dijuluki dengan Jaka Jemat yang artinya Jahat dan Lemah.

Pada masa kepemimpinan Jayanegara banyak terjadi pemberontakan dari orang kepercayaan kerajaan. Ini karena, Jayanegara kurang tegas dalam memimpin Kerajaan Majapahit. Salah satu pemberontakan yang paling besar adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Ra Kuti.

Untungnya pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan oleh Patih Gajah Mada dimana Gajah Mada berhasil menyelamatkan Jayanegara dan dibawa ke Badaran. Sayangnya di desa tersebut Jayanegara malah berhasil dibunuh oleh Tabib Tancha saat jayanegara dioperasi.

Akhirnya Tabib tersebut dibunuh oleh Gajah Mada. Akibat kematian Jayanegara, kekuasaan Majapahit mengalami kekosongan. Sebab, Jayanegara belum memiliki keturunan dan akhirnya kerajaan dipimpin oleh Adik Jayanegara yang bernama Gayatri. Selama memimpin, Gayatri memilki gelar Tribuana Tunggadwi. Gayatri berhasil memimpin Kerajaan Majapahit dari tahun 1328 hingga tahun 1350 M.

Pada masa pemerintahan Gayatri, Kerajaan Majapahit tidak luput dari pemberontakan. Namun, pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan berhasil diatasi oleh Gajah Mada. Hal inilah yang menjadikan Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Majapahit.

Dan pada saat itulah Gajah Mada mengucapkan sebuah sumpah yang disebut dengan “Sumpah Palapa”. Dalam sumpah ini berbunyi “Gajah Mada pantang bersenang-senang sebelum menyatukan Nusantara”. Setelah sumpah ini diucapkan Gayatri meninggalkan Majaphit hingga ia meninggal.

Sedangkan posisi kepemimpinan Majapahit digantikan oleh Hayam Wuruk. Pada era kepemimpinan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit berada di puncak Kejayaan. Bahkan, kerajaan ini juga menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit

Sistem Ekonomi zaman Majapahit
toptime.co.id

Lokasi Kerajaan Majapahit sangatlah strategis, hal inilah yang menjadikan Majapahit menjadi pusat perdagangan di Pulau Jawa. Sebab, masyarakat Majapahit mayoritasnya bekerja sebagai pedagang.

Selain menjadi pedagang, ada pula masyarakat Majapahit yang menjadi pengrajin emas dan perak. Sedangkan produk-produk yang diekspor kerajaan ini mengekspor lada, burung kakak tua dan juga garam. Sedangkan komoditi impor kerajaan ini adalah keramik, mutiara, emas, perak, dan juga barang-barang yang dibuat dengan menggunakan besi.

Adapun mata uang yang digunakan oleh kerajaan ini dibuat dengan menggunakan campuran timah putih, timah hitam, tembaga, emas dan juga perak. Pada masa itu, kerajaan ini juga mengalami kemakmuran baik pemerintahnya maupun masyarakatnya.

Kemakmuran ini dipengaruhi oleh dua faktor yakni sungai bengawan solo dan lembah sungai Brantas yang cocok untuk bertani. Selain itu, infrastruktur juga dibangun dengan lengkap untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakatnya seperti adanya saluran irigasi.

Sedangkan faktor keduanya adalah kerajaan ini memiliki pelabuhan-pelabuhan yang berada di Pantai Utara. Nah, pelabuhan in dijadikan sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dari maluku. Apalagi Kerajaan Majapahit juga menggunakan sistem pungut pajak untuk setiap kapal yang melakukan jual beli maupun yang hanya singgah saja.

Seperti itulah kiranya sejarah singkat tentang Kerajaan Majapahit. Jika dilihat dari sejarahnya, hal ini menunjukkan bahwa kerajaan ini pantas menjadi kerajaan Hindu terbesar dalam sejarah peradaban Indonesia. Apalagi kerajaan ini jua tergolong cukup maju jika dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia.

Bahkan Istana Kerajaan Majapahit juga sangat luas dan megah, menurut seorang pendeta Italia Mattiusi, dia menyebutkan bahwa atap Kerajaan Majapahit dibuat dengan bersepuh emas. Bukankah hal ini sangat mengagumkan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar
%d bloggers like this: