KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

Home / Artikel / Pendidikan / Sejarah Singkat dan Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Sejarah Singkat dan Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

/
/
/
132 Views
img

Pernahkah Anda mendengar nama Kerajaan Tarumanegara? Ya, kerajaan ini pernah dibahas pada pembelajaran IPS baik di SD maupun SMP. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua kedua setelah Kerajaan Kutai.

Kerajaan Tarumanegara sudah ada sejak abad ke 4 hingga bada ke 7 Masehi. Keberadaan kerajaan ini menguasai wilayah barat pulau Jawa. Nama Tarumanegara sendiri diambil dari kata Tarum dan Negara. Tarum memiliki arti sungai yang saat ini disebut dengan nama sungai Citarum. Sedangkan negara memiliki arti kerajaan atau negara.

Kerajaan ini sering disebut dengan kerajaan Tarum. Kegiatan perekonomian di kerajaan ini didukung dari segi pertanian dan peternakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti Tugu dimana di sana tertulis tentang sebuah saluran Gomati yang memiliki panjang 12 km atau 6112 tombak.

Bahkan dalam prasasti tersebut juga disebutkan bahwa pembangunan saluran ini dilaksanakan selama 21 hari. Selain bertani dan beternak, masyarakat Kerajaan Tarumanegara juga berprofesi sebagai pedagang. Ini karena lokasi dari kerajaan ini sangat dekat dengan Selat Sunda dimana Selat ini terkenal sebagai jalur perdagangan.

Dalam sejarahnya, puncak kejayaan Kerajaan Tarumanegara terjadi pada saat dipimpin oleh raja Punawarman. Sebab, pada masa itu, kerajaan ini sudah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Bahkan berdasarkan catatan sejarah, luas wilayah kerajaan ini seluas wilayah Jawa Barat saat ini.

Tidak sampai di situ saja, masa kejayaan ini juga dilakukan oleh raja Punawarman yang menyusun banyak pustaka baik itu peraturan angkatan perang, selisih Dinasti warman, undang-undang kerajaan dan juga siasat perang. Karena kepemimpinan yang jelas inilah menjadikan pada masa itu menjadi pusat kejayaan kerajaan ini.

Silsilah Kerajaan Tarumanegara

Dari abad ke 4 hingga abad ke 7, kerajaan ini pernah dipimpin oleh beberapa raja. Berikut ini adalah silsilah raja yang pernah memerintah di Kerajaan Tarumanegara.

  • Jayasingawarman (358–382)
  • Dharmayawarman (382–395)
  • Purnawarman (395–434)
  • Wisnuwarman (434-455)
  • Indrawarman (455-515)
  • Candrawarman (515-535)
  • Suryawarman (535–561)
  • Sudhawarman (628-639)
  • Hariwangsawarman (639-640)
  • Nagajayawarman (640-666)
  • Linggawarman (666-669)
  • Kertawaman (561–628)

Itulah 12 raja yang pernah memerintah Kerajaan Tarumanegara. Dari ke 12 raja tersebut, maka kejayaan berada dibawah pimpinan Raja Purnawarman atau raja ke tiga Kerajaan Tarumanegara.

Letak Kerajaan Tarumanegara

Seperti yang sudah diulas sedikit di atas bahwa Kerajaan Tarumanegara terletak di wilayah Jawa bagian barat atau jawa Barat. Wilayah tersebut awalnya sangatlah kecil, namun mulai meluas berkat kepemimpinan raja Purnawarman.

Sebab, raja Purnawarman adalah raja yang pandai berperang. Sehingga dia bisa dengan mudah mengalahkan musuh salah satunya saat menaklukkan Kerajaan Salakanegara yang dahulunya menguasai tanah Sunda. Berkat ekspansi yang dilakukan ini wilayah Kerajaan Tarumanegara semakin luas. Bahkan wilayah kekuasaannya sampai ke daerah jakarta tepatnya Tanjung Priok dan Banten.

Agama yang Dianut Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu, jadi sudah pasti agama yang dianut oleh masyarakat dan pemimpinnya adalah Agama Hindu. Adapun jenis agama Hindu yang berkembang di kerajaan ini adalah Hindu Wisnu dan Hindu Waesnawa. Bukti ini juga terdapat dalam Prasasti Ciaruteun dimana di sana terdapat jejak kaki Raja Purnawarman dan lambang penjelmaan Dewa Wisnu.

Dalam Agama Hindu, Dewa Wisnu dianggap sebagai dewa tertinggi. Adapun gama ini hanya berkembang di wilayah istana dan keluarga kerabat aja. Sedangkan agama yang dianut oleh masyarakat Tarumanegara adalah animisme dan dinamisme.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

prasasti ciaruteun

Selama berkuasa dari abad ke 4 hingga abad ke 7, kerajaan ini meninggalkan beberapa peninggalan benda-benda seperti prasasti. Adapun peninggalan Kerajaan Tarumanegara adalah sebagai berikut.

1. Prasasti Ciauruteun

Salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanegara adalah Prasasti Ciaruteun. Prasasti ini pertama kali ditemukan di tepi sungai Ciaruteun tepatnya berada di dekat sungai Cisadane Bogor.

Dalam prasasti ini terdapat lukisan telapak kaki yang diklaim merupakan telapak kaki Dewa Wisnu. Adapun arti dari sepasang telapak kaki tersebut menandakan bahwa kekuasaan raja Purnawarman diibaratkan seperti Dewa Wisnu yang melindungi rakyat.

Adapun prasasti ini ditulis dengan menggunakan Huruf Palawa, menggunakan Bahasa Sansekerta 4 baris. Ada juga yang menyebut prasasti ini dengan nama prasasti Ciampea.

2. Prasasti Tugu

Prasasti ini ditemukan di desa tugu, Kecamatan Cilincing, jakarta Utara. Peninggalan ini merupakan sebuah batu yang bertuliskan Huruf Palawa dan Bahasa Sanskerta. Dalam prasasti ini berisikan tentang Raja Purnawarman yang membangun aliran irigasi yang bernama Gomati dan Chandrabage dengan panjang 6.112 tombak atau 12 km. Di prasasti terebut juga dituliskan bahwa proses pengerjaan saluran irigasi dilakukan selama 21 hari.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti kebon Kopi merupakan sebuah prasasti yang di sana terdapat dua telapak gajah. Telapak gajah ini diibaratkan dengan gajah airawata yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu.
Prasasti ini juga ditulis dengan menggunakan bahasa sanskerta dan Huruf Palawa. Adapun lokasi ditemukan prasasti kebun kopi berada di Kampung Muara Hilir, Kecamatan Ciledugbulang.

4. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu merupakan sebuah prasasti yang ditemukan di bukit Koleangkak, Bogor. Peninggalan ini berisikan kebesaran, kegagahan dan juga keberanian dari raja Purnawarman. Dalam prasasti ini terdapat ukiran dua telapak kaki dan juga puisi dua baris yang ditulis dengan bahasa sanskerta dan Huruf Palawa.

5. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang sampai saat ini belum bisa dibaca isinya. Sebab, prasasti ini ditulis menggunakan aksara ikal. Adapun tempat ditemukannya adalah di Bogor.

6. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang ditemukan pada tahun 1947 di Kampung Lebak, pinggir sungai Cidanghiyang Banten. Dalam prasasti ini berisikan “inilah tanda keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulai Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja”.

Selain prasasti Cidanghiyang, prasasti ini juga sering disebut dengan prasasti Lebak. Adapun aksara yang digunakan adalah Aksara Palawa dan menggunakan bahasa sanskerta.

7. Prasasti Pasir Awi

Prasasti ini menggunakan bahasa ikal seperti halnya prasasti Muara Cianten. Oleh sebab itu sampai saat ini masih belum bisa dibaca. Namun, dalam prasasti ini terdapat gambar ukiran buah, dedaunan, dan juga ranting. Tak ketinggalan ukiran kedua telapak kaki juga ada di prasasti ini.

Seperti inilah sepenggal sejarah singkat Kerajaan Tarumanegara. Sebuah kerajaan Hindu di Jawa Barat dan saat ini hanya tinggal sejarahnya saja. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda tentang sejarah kerajaan di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar
%d bloggers like this: