KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Pertama di Indonesia

/
/
/
479 Views

Agama Hindu pernah menjadi agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Nusantara. Agama ini berada pada puncak kejayaan sebelum agama Islam masuk ke Nusantara. Adanya Agama Hindu tidak luput dari peranan kerajaan Hindu di Nusantara.

Adapun Kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai menjadi kerajaan Hindu tertua dan juga merupakan kerajaan pertama di Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan muncul pada adab ke 5 M.

Letak Kerajaan Kutai berada di Muara Kaman, Kalimantan Timur atau tepatnya berada di Sungai Mahakam. Nama Kerajaan Kutai sendiri diberikan oleh ara ahli yang meneliti tentang sejarah kerajaan ini.

Sebab, tidak ada prasasti yang memberikan gambaran yang jelas mengenai nama kerajaan Hindu tertua ini. Hal ini juga dikarenakan kurangnya sumber yang membahas tentang sejarah Kerajaan Kutai.

Adapun keberadaan Kerajaan Kutai berdasarkan sebuah prasasti yang berbentuk yupa dengan jumlah 7 buah. Prasasti ini juga ditemukan dengan menggunakan Bahasa Sanskerta dan Huruf Palawa.

Dari prasasti tersebut dapat ditemukan mengenai kebudayaan, sosial, politik, dan juga ekonomi Kerajaan Kutai. Dalam prasasti tersebut juga menjelaskan nama raja pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga.

Kudungga adalah raja Kutai yang memiliki putra bernama Asawarman atau disebut Wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah Asawarman meninggal, kedudukan raja digantikan oleh Mulawarman.

Borobudur Temple
davetowe.com

Adapun penggunaan nama Asawarman menunjukkan adanya pengaruh Hindu pada kerajaan ini. hal ini juga menandakan bahwa orang-orang Kerajaan Kutai merupakan orang Indonesia asli yang memeluk Agama Hindu.

Raja-Raja Kerajaan Kutai

Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Kutai dipimpin oleh beberapa raja besar. Diantara nama-nama raja tersebut adalah sebagai berikut:

1. Raja Kudungga

Raja Kudungga adalah raja pertama yang memimpin Kerajaan Kutai. Menurut ahli sejarah, raja Kudungga merupakan orang Indonesia yang sudah mendapat pengaruh dari India. Nama raja ini juga masih menggunakan nama lokal, hanya saja terdapat unsur Hindu di dalamnya.

Oleh sebab itu, kerajaan ini diklaim sebagai Kerajaan Hindu. Adapun kedudukan dari kerajaan Hindu adalah sebagai kepala suku. Adapun pengaruh kerajaan Hindu terletak pada struktur pemerintahannya yang berubah menjadi kerajaan.

2. Raja Asmawarman

Dalam Prasasti Yupa juga menceritakan bahwa raja Aswawarman merupakan raja yang kuat dan cakap. Pada masa pemerintahannya, kerajaan ini mampu memperluas wilayah kekuasaan. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Upacara Asmawedha pada masa itu.

Adapun upacara-upacara ini sebelumnya merupakan upacara yang dilakukan di India pada masa pemerintahan Samudragupta untuk memperluas wilayah kekuasaan. Dalam upacara ini juga dilakukan prosesi pelepasan kuda sebagai tanda untuk menentukan batas wilayah kerajaan. Pelepasan kuda ini juga diikuti oleh para prajurit Kerajaan Kutai.

3. Raja Mulawarman

Setelah Raja Asmawarman meninggal, Kerajaan Kutai dipimpin oleh Raja Mulawarman. Mulawarman merupakan putra dari Amsawarman. Raja Mulawarman juga menjadi raja terbesar dalam masa Kerajaan Kutai.

Pada masa pemerintahannya, kerajaan ini mengalami puncak kejayaan. Rakyat-rakyat di sana semuanya hidup tentram dan sejahtera. Bahkan Raja Mulawarman juga mengadakan upacara kurban emas yang sangat banyak untuk semua rakyatnya.

  • Raja Irwansyah
  • Raja Sri Aswawarman
  • Raja Marawijaya Warman
  • Raja Gajayana Warman
  • Raja Tungga Warman
  • Raja Jayanaga Warman
  • Raja Nala Parana Tungga
  • Raja Gadingga Warman Dewa
  • Raja Indra Warman Dewa
  • Raja Sangga Warman Dewa
  • Raja Singsingamangaraja XXI
  • Raja Candrawarman
  • Raja Prabu Nefi Suriagus
  • Raja Ahmad Ridho Darmawan
  • Raja Riski Subhana
  • Raja Sri Langka Dewa
  • Raja Guna Parana Dewa
  • Raja Wijaya Warman
  • Raja Indra Mulya
  • Raja Sri Aji Dewa
  • Raja Mulia Putera
  • Raja Nala Pandita
  • Raja Indra Paruta Dewa
  • Raja Dharma Setia.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Meskipun Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang ada pada abad ke 5 M, namun peninggalan kerajaannya masih ada hingga abad ke 21 M ini. Anda bisa menjumpai peninggalan Kerajaan Kutai di Museum Mulawarman yang ada di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Peninggalan Kerajaan Kutai
ttnotes.com

Jika Anda datang ke sini, singgahlah dan sempatkan waktu untuk melihat sisa-sisa kebesaran Kerajaan Kutai. Adapun peninggalan kerajaan yang bisa Anda lihat seperti di bawah ini.

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai yang paling tua. Adanya prasasti ini menjadi bukti bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang berdiri di tanah Kalimantan. Kurang lebih terdapat 7 buah Prasasti Yupa yang masih tetap terjaga hingga saat ini.

Ketopong Sultan

Ketopong merupakan bahkota yang dibuat dengan menggunakan emas, ketopong ini digunakan oleh Raja Kerajaan Kutai. Memiliki berat 1,8 kg dan ketopong ini saat ini masih tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Ketopong ini sendiri ditemukan pada tahun 1890 di Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Di Museum Mulawarman Anda juga bisa menemukan ketopong Sultan, hanya saja ketopong ini adalah ketopong tiruan.

Kalung Ciwa

Kalung Ciwa adalah peninggalan Kerajaan Kutai yang ditemukan pada tahun 1890 tepatnya ada masa kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Peninggalan ini ditemukan oleh penduduk sekitar di Danau Lipan, Muara Kaman.

Hingga saat ini, Kalung Ciwa masih digunakan oleh sultan sebagai perhiasan kerajaan. Kalung ini biasanya dipakai pada acara pesta atau penobatan sultan baru.

Kalung Uncal

Ini adalah kalung emas yang memiliki berat 180 gram. Kalung ini juga dihiasi dengan liontin yang berelief cerita ramayana. Kalung Uncal juga dijadikan sebagai atribut kerajaan dan mulai digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara ketika Kutai Matadipura berhasil ditaklukkan.

Berdasarkan penelitian para ahli, asal kalung Uncal dari India. Bahkan di dunia ini hanya ada dua kalung Uncal yang pertama di India dan yang kedua di Museum Mulawarman, Tenggarong.

Kura-kura emas

Salah satu peninggalan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang cukup unik adalah kura-kura emas. Saat ini kura-kura emas berada di Museum Mulawarman. Ukuran benda ni juga tidak besar karena ukurannya hanya setengah kepalan tangan saja.

Berdasarkan label yang berada di etalase, kura-kura ini ditemukan di Long Lalang yang berada di daerah hulu sungai Mahakam. Benda ini juga merupakan persembahan dari seorang pangeran yang berasal dari kerajaan Cina untuk putri Kerajaan Kutai Aji Bidara Putih. Diberikan benda ini kepada sang putri sebagai bentuk sungguh-sungguh bahwa pangeran tersebut ingin mempersunting sang puteri.

  • Pedang Sultan Kutai
  • Tali Juwita
  • Keris Bukit
  • Kelambu Kuning
  • Singgasana Sultan
  • Meriam Kerajaan Kutai
  • Tombak Kerajaan Majapahit
  • Keramik Kuno Tiongkok
  • Gamelan Gajah Prawoto.

Seperti itulah sepenggal sejarah kerajaan Hindu tertua di Indonesia atau Kerajaan Kutai. Semoga dengan adanya informasi ini dapat memberikan banyak wawasan baru mengenai sejarah kerajaan di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar
%d bloggers like this: