KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

img
Home / Cahaya Islam / 10 Cara Menghafalkan Al-Quran Dengan Mudah dan Benar

10 Cara Menghafalkan Al-Quran Dengan Mudah dan Benar

/
/
/
97 Views

Cara Menghafalkan Al-Quran – Sebagaimana yang kita ketahui, sangat banyak keutamaan dalam menghafalkan al-Quran. Dalam sebuah riwayat Rosulullah saw bersabda :

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (al-Quran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dikalikan sepuluh kebaikan yang semisalnya, aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf” (HR Imam Tirmidzi)

Didalam hadist tersebut dijelaskan, orang yang membaca al-Quran akan mendapatkan sepuluh kebaikan, dari setiap huruf yang dibacanya. Apalagi kalau kita menghafalkanya, otomatis kita akan mengulang-ulang bacaan yang kita hafal dan itu semua terdiri dari ribuan huruf.

Masing-masing huruf dikalikan sepuluh, maka kita tidak akan bisa menghitung jumlah kebaikan yang kita terima. Dan juga masih banyak keutamaan-keutamaan yang lainya.

Berikut beberapa Cara Menghafalkan Al-Quran :

1. Niat Karena Allah Ta’ala

makintau.com
makintau.com

Niat menjadi hal yang penting dalam melaksanakan sesuatu, antara lain : sebagai kekuatan untuk bisa mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Niat yang kuat, akan membimbing kita untuk mencapai apa yang kita inginkan, dalam hal ini niat menghafalkan al-Quran, karen Allah Ta’ala.

Karena amalan tanpa niat karena Allah Ta’ala, maka itu hanya akan menjadi sia-sia. Kita hanya akan memperoleh lelah dari perjuangan yang kita lakukan dan tidak akan menghasilkan apapun di dunia terlebih di akherat.

Dengan membaca bismillah sebelum membacanya ditambah niat ikhlas dalam hati untuk memperoleh ridho Allah SWT.

2. Mempunyai Guru yang Ahli di Bidang Al-Quran

muslimahcorner.com
muslimahcorner.com

Dalam mempelajari dan menghafalkan al-Quran, kita memerlukan bimbingan dari seseorang yang ahli dalam bidang tersebut. Ketika kita selesai menghafal, maka bacaan yang sudah dihafal harus disetorkan / diperdengarkan kepada Guru Tahfizh kita.

Agar, jika ada bacaan-bacaan yang salah dari segi makhroj, tajwid dll., bisa segera di perbaiki.

3. Memperbaiki Bacaan Sesuai Kaidah Tajwid yang Benar

1

Hukum membaca al-Quran yang baik dan benar sesuai tajwid adalah wajib bagi setiap muslim. Sebelum menghafal al-Quran hendaknya kita mempelajari atau memperbaiki bacaan kita agar sesuai dengan tajwid.

Karena jika kita menghafalkan al-Quran dan tidak memahami tajwidnya maka bacaan al-Quran kita akan menjadi tidak bagus, karena tidak sesuai dengan kaidah tajwid.

4. Menghafalkan Al-Quran Dengan Tartil

muslimahcorner.com
muslimahcorner.com

“Dan bacalah al-Quran dengan tartil” (al-Muzzammil : 4)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan : maksudnya, bacalah dengan pelan karena itu bisa untuk memahami dan mentadaburinya.

Begitu juga untuk menghafal. Sebaiknya pelan-pelan dan memperhatikan tiap-tiap ayat tulisan arab yang kita hafalkan, agar tidak terjadi kesalahan ketika menghafal.

5. Sering Tasmi’ (Memperdengarkan Bacaan Al-Quran)

dream.co.id
dream.co.id

Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran yang sudah di hafal, kepada orang lain, keluarga, saudara dan orang-orang terdekat. Agar ketika ada ayat yang lupa atau kelewat, bisa segera diingatkan.

Bisa juga sebagai penyemangat untuk terus istiqomah. Apalagi memperdengarkan kepada orang yang sama-sama penghafal al-Quran.

6. Perbanyak Interaksi dan Sering Mendengarkan Al-Quran

mendengarkan-al-quran

Faktor lain yang memperkuat dan mempermudah dalam menghafal al-Quran adalah mendengarkan bacaan orang lain. Bisa langsung mendengarkan bacaan teman atau mendengarkan mp3 murottal dari syeikh yang sudah bagus bacaanya.

Kalau bisa, tidak hanya mendengarkan sambil melakukan hal lain, tapi mendengarkan dengan serius dan teratur.

7. Muroja’ah (Mengulang-ngulang Hafalan) Secara Teratur

merasakan-nikmatnya-membaca-al-quran-di-bulan-ramadan-002-debby

Muraja’ah adalah faktor yang penting dalam menghafal al-Quran. Hendaknya selalu mengulang-ulang hafalan yang sudah kita hafal dengan teratur. Karena jika ayat yang sudah dihafal kemudian tidak diulang-ulang, maka itu akan menyebabkan hafalan menjadi  hilang.

8. Menggunakan Satu Jenis Mushaf Al-Quran

kabarmakkah.com
kabarmakkah.com

Dalam menghafal al-Quran, lebih baik menggunakan satu jenis mushaf. Jangan ganti-ganti, satu mushaf ke mushaf lain. Karena setiap mushaf memiliki letak ayat yang berbeda-beda.

Ketika kita menghafal, kita tidak hanya menghafal ayatnya saja tapi, juga letak ayat tersebut dan sebaiknya menggunakan mushaf Rasm Usmani atau mushaf cetakan indonesia, tapi yang ujung halamanya terdapat tanda berhenti/waqof (para penghafal Quran biasa menyebutnya Qur’an pojok).

9. Memilih Waktu yang Terbaik

lantern-218717_640

Setiap orang pasti memiliki waktu produktifnya masing-masing. Bisa pagi, siang, sore atau malam. Sesuai dengan aktifitas masing-masing.

Tetapi tentunya ada waktu-waktu yang memang ada keberkahan didalamnya, misal, ketika seperempat malam, waktu setelah subuh dll. Gunakan waktu itu sebaik-baiknya untuk menghafal.

10. Perbanyak Do’a Agar Dipermudah

Membiasakan-Lisan-Anak-Basah-dengan-Doa

Dalam surat al-Mu’min ayat 60, Allah berfirman : “Berdoalah kepadaKu niscahya akan Kuperkenankan bagimu...”

Kata para Ulama, doa merupakan obat yang paling mujarab dan solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang kita alami. termasuk ketika, awal menghafal al-Quran, mungkin akan terasa sulit dan berat.

Dengan berdoa secara istiqomah, insyaAllah akan dimudahkan.

***

Demikian tips menghafal al-Quran yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat. Ada nasehat bagus dari Ust. Deden Makyarudin, beliau berkata :

Jika terdapat ayat yang sulit untuk diingat/dihafalkan, maka sesungguhnya orang tersebut sedang dirindukan ayat. “Karena saking rindunya ayat itu dengan kita, maka dia tidak mau beranjak dari kita. Allah sedang menghadiahkan kita untuk dikangenin dengan ayat tersebut,” .

Maka kita harus bahagia apabila terdapat ayat yang butuh waktu lama untuk dihafalkan. Namun, menghafalkan Al Qur’an itu harus tidak dengan “sabar”, tetapi dengan rasa “bersyukur”. “Lampaui sabarmu sampai muncul rasa bersyukur. Sebab, jika kita menghafal dengan sabar, berarti kita seperti sedang mendapatkan musibah. Namun, jika menghafal dengan rasa syukur, berarti kita sedang mendapat rahmat dari Allah,”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: