img
Home / Cahaya Islam / Bagaimana Hukum Menjual Barang Imitasi dan Penggunanya

Bagaimana Hukum Menjual Barang Imitasi dan Penggunanya

/
/
/
91 Views

Hukum Menjual Barang KW – Apa yang dimaksud dengan produk KW? Penjelasan simpelnya bagi para pembaca yang belum faham, KW berasal dari kata kwalitas. Dimaknai secara umum oleh masyarakat kita sebagai barang atau produk imitasi.

Terkadang karena factor mahal atau kreatifitas dari barang tersebut, sehingga ada oknum sengaja meniru dari segi bentuk dan atau penampilan dari barang tersebut. Namun secara kualitas, produk KW dengan produk yang original pastinya sangat berbeda.

Semisal perusahaan sepatu futsal Nike atau adidas mengeluarkan produk terbaru mereka, biasanya selang beberapa hari akan ada produk dari nike atau adidas tersebut telah tersedia di pasaran dengan harga yang berbeda dan dengan kualitas yang berbeda pula, yang pasti lebih murah dan lebih rendah kualitasnya.

Barang atau produk KW sendiri dibagi menjadi beberapa tingkatan,biasanya dibagi berdasarkan dari segi kemiripan dan material.

Katakanlah ada barang KW 1 atau KW super, barangnya memiliki kemiripan hingga 90 % hampir mendekati yang asli. Barang KW 2 memiliki tingkat kemiripan sekitar 80%, sampai ada barang KW yang jelek dari segi kualitas sangat jelek malah bisa dibilang ancur dan jauh juga dari kemiripan dengan yang asli.

Hukum Menjual Barang KW

Toko Sepatu
mtmercy.edu

Nah, pertanyaanya bagaimana hukum menggunakan barang imitasi atau KW tersebut? Resikonya pastinya anda akan berhadapan langsung dengan pemilik brand atau pemilik produk tersebut. Meraka bisa saja mengerahkan hukum untuk memperingatkan anda.

Bahkan mungkin pemilik brand tersebut bisa menuntut secara hukum dan minta ganti rugi sebagai balasanya, karena merasa dirugikan oleh barang yang anda tiru tersebut.

Memang dalam menjual barang KW keuntungan yang di dapat sangatlah besar. Terlebih di Indonesia, karakter penduduknya cukup konsumtif, mereka ingin tampil gaya dan trendy namun menggunakan dana yang terbatas.

Menjalankan bisnis barang KW terkadang merasa sulit menahan untuk bisa memperbesar bisnis tersebut, namun disisi lain resikonya cukup besar. Lalu solusinya gimana? Daripada kita pusing-pusing mikirin barang KW, kenapa tidak kita jelaskan saja kepada pasar tentang produk local kita.

Tentunya dengan kualitas yang bagus pula. Buat sebuah brand yang menjadikan brang kita mudah untuk dikenal dan dipercaya. Jika masyarakat sudah mulai suka dengan produk branding kita, nantinya mereka akan balik lagi untuk membeli produk kita.

Jual Beli Barang KW Menurut Syariat Agama Islam

Pandangan Islam Menjual Barang KW
mawaddahcenter.com

Produk yang ditiru oleh sebagian orang lalu dijual dengan kesan seakan produk tersebut adalah produk original, padahal produk tersebut barang KW atau imitasi. Apakah hal ini merupakan melanggar hak orang lain? Apa yang harus dilakukan oleh orang yang memiliki barang imitasi tersebut?

Menurut pandangan islam, seorang muslim seharusnya menjadikan kejujuran sebagai sifat yang wajib melekat pada dirinya tersebut, lahir maupun batin.

Diantara kejujuran yang harus dimiliki oleh seorang muslim ialah kejujuran dalam melakukan bisnis, dengan tidak menipu atau pemalsuan dalam kondisi apapun. Karena kujujuran merupakan penyempurna iman dan pelengkap keislaman seorang mukmin.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 19 :

قال تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

‘Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian bersama orang-orang yang jujur.’ (Q.s. At-Taubah:119)

Perilaku bisnis seperti yang telah dijelaskan di atas tidaklah diperbolehkan oleh syariat, karena beberapa alasan :

  1. Mengambil hak milik orang lain tanpa meminta izin kepada sang pemilik
  2. Membohongi atau menipu public
  3. Menyelisihi aturan pemerintah yang elah dibuat yang harus ditaati, selama itu bukanlah maksiat.

Seorang muslim sejati ialah dia yang suka melakukan kebaikan dan menjaga jarak dari keburukan.oleh karena itu hendaknya seorang muslim menjauhi perilaku bisnis semacam itu dan tidak membantu pelakunya untuk mengedarkan produk imitasinya.

لقوله تعالى : وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Allah berfirman (yang artinya), ‘Dan hendaknya kalian tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong untuk melakukan dosa dan permusuhan.’ (Q.s. Al-Maidah:2)

Oleh karena itu, orang yang menjual produk tersebut ia berdosa. Namun, keuntungan yang diperolehnya tidaklah haram karena zatnya, maka penjual boleh untuk menggunakan uang tersebut.

Adapun jika produk imitasi masih tersisa, maka boleh untuk menjualnya hingga habis. Dengan syarat, calon pembeli mengetahui bahwa barang yang ia beli merupakan barang imitasi. Jika setelah mengetahui kondisi barang tersebut, lalu ia tetap ingin membelinya, maka hal tersebut tidaklah masalah.

Akan tetapi jika produk imitasi yang ia jual telah habis terjual di pasaran, hendaknya penjual tidak memasarkan lagi produk imitasi tersebut.

Setiap pribadi muslim wajib bertaqwa kepada Allah SWT dan menempuh jalan rezeki yang halal, karena bertaqwa kepada Allah akan membuat Allah ridha terhadap hambanya. Hal itu akan berpengaruh dengan kemudahan kita dalam mendapatkan rezeki dan keberkahan dari rezeki yang kita dapatkan tersebut.

 

Sumber: https://rumaysho.com/10343-hukum-menjual-produk-imitasi-kw.html

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: