KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

img
Home / Cahaya Islam / Tulisan Arab Kalimat Syahadat, Makna dan Penjelasanya

Tulisan Arab Kalimat Syahadat, Makna dan Penjelasanya

/
/
/
5098 Views

Kalimat Syahadat – Syahadat berasal dari bahasa arab Syahida (شهد) yang bermakna “ia telah menyaksikan”. Kalimat tersebut di dalam ajaran agama islam ialah sebuah pernyataan kepercayaan sekaligus pengakuan atas keEsaan Allah dan Muhammad Saw sebagai utusanya.

Syahadat biasa disebut juga sebagai syahadatain karena terdiri dari dua kalimat (dalam bahasa arab dua kalimat syahadat). Kalimat pertama merupakan syahadah at-tauhid sedangkan pada kalimat ke dua adalah syahadah ar-rosul.

Tulisan Arab Kalimat Syahadat

Tulisan arab bacaan syahadat adalah sebagai berikut.

Kalimat pertama

Gambar Kalimat Syahadat
Kalimat Syahadat

أشهد أن لا إله إلاالله

ashadu al la ilaaha illallah

artinya: “saya bersaksi bahwa tiada illah (Tuhan) selain Allah”.

Kalimat kedua

Gambar Kalimat Syahadat
Kalimat Syahadat

و أشهد أن محمدا رسول الله

Wa ashadu anna muhammadar rasulullah

Artinya: “dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rosul (utusan) Allah”.

Makna Dua Kalimat Syahadat

Pengakuan Tauhid

Seorang muslim hanya akan memercayai Allah sebagai satu-satunya Illah dan tiada Tuhan selain-Nya. Allah merupakan Tuhan dalam arti sesuatu yang menajdi motivasi atau menjadi tujuan seseorang.

Dengan melakukan ikrar kalimat pertama, maka seorang muslim telah memantapkan hatinya untuk menjadikan Allah sebagai tujuan, motivasinya dan jalan hidup yang ia tempuh.

Pengakuan keRosulan

Dengan mengikrarkan kalimat ini maka seorang muslim telah meyakini dan memantapkan diri bahwa ajaran Allah disampaikan melalui seorang Rosul yaitu Muhammad.

Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallah

Tulisan Kalimat Syahadat

Kalimat Laa Ilaaha Illallah di dalamnya sebenarnya terkandung dua makna, yaitu makna penolakan dan bantahan terhadap segala bentuk sesembahan (baik itu berupa dewa atau ilah) selain Allah, dan makna penegasan bahwa gelar Tuhan, Ilah atau sesembahan hanya milik Allah semata.

Rosulullah saw bersabda : “barang siapa mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas maka akan masuk surga.”

Yang dimaksud dengan ikhlas disini yaitu memahami, mengamalkan serta berusaha untuk mendakwahkan kalimat tersebut, karena didalamnya terkandung tauhid yang karenanya Allah menciptakan alam semesta.

Kandungan Kalimat Syahadat

Ikrar

Ikrar merupakan pernyataan seorang muslim tentang sesuatu yang ia yakini. Ketika seseorang telah mengucapkan kalomat syahadah, maka ia telah mempunyai kewajiban untuk menegakan dan memperjuangkan apa yang telah ia ikrarkan dan ia yakini.

Sumpah

Syahadat juga mempunyai makna sumpah. Seorang yang telah melakukan sumpah, berarti ia bersedia untuk menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Seorang muslim harus siap dan bertanggung jawab dalam menegakan ajaran islam.

Janji

Syahadat juga mempunyai makna janji yang artinya, setiap pribadi muslim adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah dan berjanji untuk selalu taat  dalam segala keadaan terhadap perintah Allah dan segala pesan yang disampaikan oleh Allah melalui pengutusan Muhammad.

Persaksian

Syahadat juga bermakna persaksian. Maknanya ialah bahwa setiap pribadi muslim menjadi saksi atas pernyataan ikrar, sumpah serta janji yang telah ia nyatakan. Dalam hal ini ialah kesaksianya terhadap Allah dan utusan-Nya Muhammad.

Syarat Sah Melakukan Syahadah

Syarat syahadah yaitu sesuatu yang tanpa keberadaanya maka yang telah disyariatkan itu batal. Jika seseorang yang telah mengucapkan kalimat syahadah tanpa memenuhi syarat-syarat nya maka bisa dibilang syahadatnya tidak sah.

Ada 7 sayarat sahnya syahadat yaitu:

Memiliki Ilmu (pengetahuan)

Maksudnya ialah ilmu tentang makna kalimat syahadat yang hendak diucapkan. Orang yang bersangkutan harus mengetahui dengan jelas dan memahami isi dari dua kalimat yang dinyatakan serta bersedia menerima konsekuensi dari ucapanya.

Keyakinan

Seseorang yang bersyahadat harus mengetahui dengan sempurna makna syahadat tanpa sedikit pun perasaan ragu terhadap makna kalimat tersebut. Karena pada dasarnya keimanan itu tidak akan bermanfaat kecuali dengan ilmu yang ia yakini, bukan prasangka, maka bagaimana apabila keraguan itu masuk ke dalam hatinya? (tentu hal ini tidak bisa diterima).

Keikhlasan

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: