KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

img
Home / Info Fauna / Yuk Pahami Cara Terbaik dalam Beternak Sapi Bali

Yuk Pahami Cara Terbaik dalam Beternak Sapi Bali

/
/
/
107 Views

Sapi bali kini banyak dilirik oleh para peternak sapi. Sebab tulang sapi jenis bali lebih kecil dan dagingnya jauh lebih banyak dibanding sapi pedaging jenis lainnya. Sapi ini mempunyai ciri tersendiri, yaitu berwarna hitam untuk jantan yang sudah mencapai umur 1 tahun, dan berwarna merah bata bagi yang betina.

Ciri lainnya, yaitu sapi ini tidak berpunuk seperti halnya sapi pada umumnya. Serta kaki bagian dalamnya memiliki warna putih. Masyarakat di Bali sering memanfaatkan sapi ini untuk sektor pertanian (sawah) dan sebagai transportasi.

Untuk beternak sapi jenis ini, ternyata ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Baik dari cara memilih indukan yang berkualitas, persiapan kandang yang luas, bersih dan nyaman, ketersesiaan pakan, cara merawat sapi bali dan mengatur reproduksi sapi.

Cara terbaik untuk Beternak Sapi

ternak sapi
investasisapi.com

Untuk beternak sapi ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Adapun cara-cara beternak yqng baik adalah sebagai berikut:

1. Tentukan jenis sapi

Tak semua jenis sapi dapat digunakan untuk program penggemukan, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis sapi ternak. Yaitu jumlah populasi sapi tersebut, kenaikan populasinya pada setiap tahun, penyebarannya, produksi karkas, dan penggunaan pakan sapi yang efisien.

Jenis sapi ternak yang umum di temukan di Indonesia adalah sapi lokal. Setiap sapi memiiki sifat genetik yang kuat dan dapat hal itu dapat dilihat dari bentuk fisik serta pada proses tingkat pertumbuhannya. Sapi lokal sering digunakan sebagai sumber daging, seperti sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (Peranakan Ongole), dan yang terakhir sapi Madura.

2. Siapkan kandang

Lokasi yang tepat dan sangat ideal untuk penempatan kandang sapi adalah yang jauh dari pemukiman. Jarak minimum kandang dengan tempat tinggal adalah sekitar 10 meter. Jika bisa, lokasi kandang dekat dengan lahan pertanian, tujuannya agar mudah dijangkau dengan kendaraan dan mudah dipantau.

Selain itu, lebih akan baik lagi jika sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam kandang untuk menjaga kandang agar tetap kering dan steril. Sebab, umumnya bakteri dan parasit tumbuh diblingkungan yang kotor dan lembab.

Sedangkan, sebagai persiapan lanjutan, jenis kandang harus memiliki dua unsur, yaitu dengan bentuk ganda atau tunggal, jika memungkinkan dapat disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan Anda pelihara.

Posisi kandang yang tunggal ialah jenis penempatan sapi yang hanya dilakukan dalam satu baris atau satu sejajar, sedangkan untuk penempatan tipe kandang ganda yaitu penempatan sapi dua baris bisa saling berhadapan atau berlawanan.

Biasanya peternak sering membuat yang tipe ganda, karena untuk kedua barisan tersebut dapat dibuat untuk jalan ketia hendak memberi pakan. Lantai kandang dibuat keras agar tetap bersih nyaman dan tidak lembab serta untuk mencegah timbulnya berbagai berbagai penyakit.

Untuk lantai kandang sendiri dapat dibuat dari semen ataupun tanah yang padat. Yang terpenting adalah jika lantai mudah dibersihkan dari kotoran sapi maa otomatis kadang menjadi lebih bersih dan bebas parasit.

3. Memilih bibit atau indukan

Dengan melakukan pembibitan ternak sapi potong, yang sangat perlu kita perhatikan adalah.

  • Mempunyai tanda Mempunyai tanda telinga, dalam arti betis (betis) sudah terdaftar dan secara jelas dengan indukan yang unggul.
  • Mata sapi terlihat bersih dan cerah Pastikan sapi yang Anda pilih memiliki mata yang cerah dan tampak sehat.
  • Perhatikan perilaku sapi Ini penting untuk melihat kesahatan sapi. Akankah sapi tersebub beresiko mengalami stress atau tidak.
  • Tubuh tegap, berbadan kompak dan gemuk.
  • Tidak ada gangguan pernafasan atau tidak ada lendir yang keluar dari hidungnya. Dengan kata lain bibit atau calon indukan sapi harus sehat.

4. Berikan pakan yang bernutrisi

Tentunya sapi membutuhkan pakan yang bernutrisi atau setidaknya setar dengan bahan pakan yang dibutuhkan. Setiap hari sapi sangat perlu diberi pakan sekitar 10% dari berat badannya atau dapat pula ditambah dengan tambahan pakan (konsetrat) sekitar 1-2% dari berat badan.

Perlu diperhatikan, pakan tambahan seperti bekatul atau dapat pula dengan dedak, ampas tahu, singkong, bungkil kelapa. Selain itu, pemberian pakan rumput secara bersamaan akan sangat bagus untuk kesehatan sapi. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan larutan mineral dengan garam dapur.

Untuk campuran pakan sapi dengan jumlah tertentu dan dosisnya biasa disebut ransum. Bisa diperkirakan dengan jenisnya, pakan hijau dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

a. Pakan kering

Pakan ini merupakan salah satu jenis pakan yang berasal dari tanaman atau dedaunan namun berwujud kering. Hal ini dilakukan agar pakan mampu bertahan lebih lama. Contohnya seperti jerami padi, jerami jagung, dan jerami kacang tanah yang kerap digunakan ketika musim kemarau telah tiba waktunya.

b. Pakan hijau segar

Jenis pakan ini berwarna hijau segar seperti rumput, kacang-kacangan, dan tanaman hijau lainnya. Ada beberapa jenis lain rumput yang baik digunakan untuk pakan ternak meliputi daun turi, daun lamtoro, rumput gajah, rumput raja dan lain sebagainya.

c. Silase.

Jenis pakan yang ketiga merupakan salah satu silase, silase ini merupakan pakan yang begitu segar dan diawetkan. Cara membuat silase adalah dengan cara melakukan menutup rapat dedaunan atau rumput yang begitu segar setelah itu akan terjadi proses fermentasi.

5. Pastikan Anda merawat sapi dengan telaten

Untuk kotoran sapi lebih baik jika segera dipindahkan ke tempat lain agar nantinya memudahkan proses fermentasi yang membutuhkan selama 1 sampai 2 minggu. Sebab kotoran sapi ini dapat dijadikan sebagai pupuk kandang, jika bisa kondisikan kandang sapi yang semi terbuka dan pastikan sirkulasi udara sangat baik untuk di dalamnya agar kandang tidak lembab.

Anda dapat menyediakan air minum yang bersih untuk sapi setiap saat. Letakkan wadah khusus untuk minuman sapi ketika di luar kandang, dan pastikan dapat dijangkau oleh sapi. Sebaiknya tempatkan pakan dan wadah air lebih tinggi agar nantinya tidak diinjak-injak oleh kaki sapi.

Pastikan wadah pakan tepat di depan mulut sapi agar sapi tidak mengalami kesulitan untuk menjangkau makanannya. Selain itu, letak wadah pakan yang sejjar dengan mulut sapi dapat memudahkan Anda untuk memberi makan atau mengganti pakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: