img
Home / Info Fauna / 5 Cara Beternak dan Perawatan Sapi Brahman Paling Ampuh!

5 Cara Beternak dan Perawatan Sapi Brahman Paling Ampuh!

/
/
/
12 Views

Siapa yang tak kenal sapi Brahman. Sapi potong jenis Brahman ini merupakan salah satu yang terbaik dalam hal sapi potong. Tentunya sapi ini merupakan saingan dari sapi-sapi populer lainnya seperti sapi limosin dan sapi Bali.

Dilihat dari namanya saja tentu Anda bisa ketahui bahwa sapi ini merupakan sapi asli dari India. Sapi jenis Brahman ini adalah hasil dari peranakan sapi zebu terbaru yang ternyata juga berasal dari India. Sapi ini kemudian melalui pengembangan yang lebih lanjut di Amerika.

Mulanya, sapi ini memiliki tubuh yang biasa saja dan tidak gemuk ataupun gagah. Namun, setelah melalui pengembangan lanjutan yang dilakukan di Negara Paman Sam menunjukkan hasil yaitu jenis sapi brahman yang berukuran besar dan gemuk serta memiliki postur tubuh yang ideal.

Maka, dalam kegiatan distribusi sapi ini memiliki komoditas pasar di seluruh penjuru dunia menjadi ramai, tak terkecuali di Indonesia.

Cara beternak yang benar merupakan kunci sukses

sukses ternak sapi brahman
brahman.org

1. Memilih induk sapi betina yang unggul

Memilih bibit indukan yang unggul memang merupakan syarat paling utama bagi Anda yang hendak beternak apapun. Tak terkecuali beternak sapi, hal ini pun juga menjadi syarat yang harus Anda penuhi saat Anda ingin mencoba membudidayakan sapi jenis brahman ini.

Apabila Anda masih belum benar-benar tahu mana bibit sapi yang baik ataupun tidak sebagai indukan. Maka Anda haruslah mengajak orang yang telah mengerti tentang seluk beluk sapi atau Anda langsung juga bisa datang ke peternakan sapi.

Dalam memilih bibit sapi betina, Anda harus melakukannya dengan sangat teliti. Pasalnya, bibit sapi betina merupakan kunci atau penentu bagi keberhasilan budidaya sapi yang akan Anda lakukan, seperti bagaimana bentuk fisik dan sifat keibuan dari sapi betina indukan.

  1. Sapi betina yang hendak dijadikan indukan harusah memiliki umur yang cukup untuk dapat bereproduksi. Adapun kisaran umurnya adalah 1 tahun – 1,5 tahun.
  2. Cari sapi betina indukan dengan ukuran yang tidak terlalu gemuk, sebab sapi yang terlalu gemuk sangat rentan sulit untuk memiliki anak.
  3. Pilihlah bibit sapi betina yang memiliki puting besar. Hal ini akan mempermudah dalam proses melahirkan.
  4. Pilih sapi dengan postur tubuh bagus dan tidak ada kekurangan fisik.
  5. Terdapat otot pada bagian bawah perut sapi yang memanjang dan tampak jelas.

Cukup rumit memang, terlebih untuk menentukan bisa atau tidaknya sapi tersebut bisa dijadikan sebagai bibit sapi indukan unggulan atau tidak. Yang pasti, sifat keibuan sapi betina sangat dibutuhkan agar anak-anaknya mendapat perawatan yang baik dari induknya.

2. Cara Memilih Sapi Brahman Jantan

  1. Bentuk badannya kokoh
  2. Bentuk kaki sapi tampak tegap dan lurus. Tidak bengkok dan lain-lain.
  3. Sapi jantan memiliki badan yang panjang dengan ketinggian badan relatif sama antara depan hingga ke belakang.
  4. Sapi ini memiliki fisik yang sempurna tidak ada cacat satupun. Serta mata bersih tidak berair.
  5. Hidung sapi tampak mengkilap dan lembab namun tidak berair.
  6. Peran kandang dalam mencapai kesuksesan beternak sapi jenis brahman

Luas dan bentuk kandang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam beternak sapi jenis brahman. Perhitungkan pula luas kandang yang disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan Anda dipelihara.

Upayakan kandang sapi memiliki lantai yang keras. Tujuannya agar tidak mudah becek oleh kotoran maupun air seni sapi. Beri kemiringan sekitar 2% pada bagian lantai kandang agar air seni sapi bisa langsung mengalir tanpa menggenangndiblantai kandang.

Pastikan pula kandang mampu melindungi sapi dari hujan, dan lakukan pembersihan kandang setiap hari agar kotoran sapi tidak menumpuk kotoran sapi. Usahakan kandang sapi mendapat sinar matahari, sehingga sapi Anda pun akan sehat.

Jika kandang sapi mendapat sinar matahari ketika pagi dan sore hari. Hal ini pun sangatlah membantu menjaga kondisi kandang tetap bersih dan tidak lembab. Letak dan bentuk  tempat makanan harus dirancang khusus supata dapat menampung rumput ataupun daun-daunan sebagai pakan.

Selain itu, lerak tempat makanan lebih baik dibuat sejajar dengan tinggi mulut sapi supaya  memudahkan ketika proses pemberian pakan.

3. Pakan sapi harus bernutrisi

Pakan ternak sapi harus tetap memperhatikan nutrisi agar sapi yang peliharaan dapat tumbuh dengan baik. Pemberian pakan dapat berupa makanan hijau maupun makanan konsentrat. Selain itu, dan yang perlu diperhatikan merupakan waktu pemberian makanan.

Pakan hijau adalah pakan yang sangat dianjurkan sebab itulah makanan utama ternak. Untuk mendapatkan ternak yang gemuk dan sehat, maka usahakan jenis pakan hijau harus terpenuhi. Pakan hijau ini bisa diperoleh dari rerumputan, dedaunan dan jerami.

Rerumputan yang umum digunakan sebagai pakan hijau bagi sapi ialah rumput gajah. Namun dapat pula menggunakan daun lain yang disukai sapi. Akan tetapi di daerah Jawa, pemakaian jerami merupakan suatu solusi pakan hijau apabila peternak sulit mendapatkan rumput-rumput hijau.

Jerami sendiri memiliki keunggulan tersendiri. Sebab, bisa bertahan hingga lama, dengan catatan, jerami dijemur terlebih dahulu agar kadar airnya berkurang. Sehingga jerami tak mudah busuk ketika dilakukan penumpukan.

4. Pemberian pakan konsentrat untuk sapi brahman

Pakan konsentrat atau dikenal dengan pakan penguat yakni berupa pakan olahan seperti dedak padi yang telah dicampurkan bungkil kelapa, tepung tulang dan garam dapur. Pakan konsentrat ini memiliki komposisi 70% dedak, 30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang dan 1% garam dapur.

Komposisi olahan tersebut haruslah sesuai. Jangan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Salah satunya supaya gizi seimbang.

5. Waktu pemberian makan untuk sapi brahman yang tepat

Teratur dalam pemberian makan akan berpengaruh terhadap kesehatan sapi. Pemberian pakan yang tepat sebaiknya diberikan sebanyak 3 kali sehari. Dengan pembagian waktu, pagi jam 08.00, siang jam 12.00 dan sore jam 17.00.

Jika Anda memiliki waktu luang yang banyak, maka Anda dapat membawa sapi ke padang rumput ataupun kebun yang banyak ditumbuhi oleh rerumputan atau istilahnya di angon agar sapi peliharaan Anda dapat memenuhi kebutuhan makanannya.

Perawatan Lainnya Juga Sangat Diperlukan Agar Ternak Sapi Anda Menguntungkan

Selain harus memperhatikan beberapa hal di atas, yang juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ternak sapi yaitu Anda pun harus melakukan perawatan tambahan pada sapi yang Anda pelihara.

Perawatan tambahan yang dapat diberikan pada sapi adalah dengan memandikan sapi dan juga pemberian vitamin tambahan agar sapi tak hanya gemuknnamun juga sehat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: