KINGPRASTYO.COM

Tempat Sharing Informasi Generasi Milenial

img
Home / Info Fauna / 5 Jenis Sapi Kurban Terbaik yang Fenomenal

5 Jenis Sapi Kurban Terbaik yang Fenomenal

/
/
/
72 Views

Terdapat beberapa jenis sapi yang umumnya dijadikan sebagai hewan Kurban. Umumnya beberapa pembeli sapi kurban lebih melihat pada penampilan calon hewan kurban yang akan dibelinya.  Ini penting, seperti wajah sapi,postur sapi, bobot sapi, tanduk, tinggi badan hingga buntut sapi punbtaknluput daribperhatian.

Berikut 5 Jenis Sapi untuk Hewan Qurban

Sapi memang merupakan salah satu jenis hewan yang dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Nah, berikut ini merupakan jenis-jenis sapi yang sering dijadikan hewan kurban pada hari raya, antara lain:

1. Sapi Limousin

gambar sapi limosin
smartmoney.pw

Sapi Limousin ini terkadang disebut pula sebagai Sapi Diamond Limousine. Sapi ini pertama di kali dikembangkan di Perancis. Sapi ini merupakan tipe sapi pedaging yang memiliki otot yang lebih baik dibandingkan Sapi Simmental. Secara genetika, Sapi Limousin ini merupakan jenis sapi potong yang berasal dari wilayah yang beriklim dingin.

Sapi ini merupakan sapi tipe besar karena mempunyai volume rumen yang cukup besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga hal ini menuntut sang pemilik untuk melakukan perawatan teratur.

Sapi limousin ini adalah salah satu yang paling merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan salah satu sapi primadona untuk penggemukan, sebab perkembangan tubuh sapi ini termasuk cepat, bahkan dapat mencapai 1,1 kg/hari ketika masa pertumbuhannya.

Selain itu, mereka mengarahkan seleksi untuk membentuk sapi Limousin yang mempunyai postur tubuh yang ideal sebagai sapi kurban. Ini disebabkan karena badannya besar, panjang, kompak, dan padat. Badan sapi Limousin jantan mampu mencapai tinggi 160 cm dan bobot 1,1 ton. Pertambahan bobot badan hariannya 1,0-1,4 kg.

2. Sapi Ongole

gambar sapi kurban ongole
arcanumvet.com

Sapi Ongole termasuk Zebu, sapi  ini berasal dari Taluk Ongole, Guntur, Andhra  Pradesh, India. Sapi  Ongole umumnya berwarna  putih namun ada pula yang berwarna merah.

Rambut di sekitar mata juga pangkal ekor (kipas ekor ) berwarna hitam. Sapi jantan berwaran putih ada warna kihitaman di bagian kepala, leher, punuk, gelambir, lutut dan pantat.

Sapi Ongole memiliki punuk besar, gelambir besar berlimpat melupah ke pusar dan cincin mata (kulit sekitar mata selebar 1 cm berwarna hitam), preputium agak menggantung dan kulit longgar.

Kepala sapi ini panjang, profil muka melengkung ke depan (terutama pada sapi jantan). Sapi jantan memiliki tanduk pendek cenderung bungkul (hanya berupa tonjolan). Sapi ini pun paling pendek diantara bangsa Zebu lainnya.

Lehernya pun pendek, telinga panjang dan agakbmenggantung, dan punggung melengkung ke bawah kemudian ke atas pada bagian belakang. Tinggi badan sapi jantan berkisar antara 140-160 cm dan sapi betina 130-140 cm, bobot badannya pun cukup besar, yakni 400-600 kg.

Sapi Ongole memiliki sifat sabar dan tahan lapar, panas dan juga haus. Sehingga lebih cocok sebagai sapi kerja dari pada sapi potong. Selain sebagai ternak potong, sebenarnya sapi ini adalah penghasil susu yang baik meski pertumbuhannya agak lambat.

3. Sapi Kurban PO (Peranakan Ongole)

gambar sapi kurban
morenoranches.com

Sapi PO (merupakan singkatan dari Peranakan Ongole), juga sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih. Sapi PO ini merupakan hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih.

Sapi Ongole (Bos Indicus) ini sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang tersebar di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO). Warna bulu sapi Ongole itu sendiri yaitu putih abu-abu dengan warna hitam di sekitar mata.

Sapi ini juga memiliki gumba dan gelambir yang cukup besar dan menggelantung, ketika mencapai umur dewasa, pejantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.

4. Sapi Kurban Simmental

sapi qurban simmental
seadoimgpe.pw

Sapi ini bersal dari lembah Simme (Swiss bagian barat). Sapi Simmental ini berwarna krem, merah bata atau emas belang putih. Rambut di bagian muka, brisket, perut, lutut ke bawah dan ujung ekor berwarna putih.

Postur tubuhnya kekar dan berotot. Sapi ini termasuk tipe dwiguna. Artinya, sapi ini dapat untuk potong dan perah. Sapi ini cukup terkenal karena pertumbuhannya yang cepat dan produksi susunya istimwa sehingga sangat cocok sebagai sapi kurban. Tetapi sapi ini juga dapat digunakan untuk bekerja, sapi Simmental memiliki bobot lahir kecil, namun pertumbuhannya cepat sehinnga bobot dewasanya besar.

Pertambahan bobot hariannya sekitar 0,9 – 1,2 kg, produksi karkasnya tinggi dengan sedikit lemak. Baiknsapi jantan maupun betina, pertumbuhnnya lebih cepat mencapai dewasa kelamin daripada sapi Taurus lainnya. Induknya memiliki mothering ability (sifat keibuaan) yang baik dan masa reproduksi yang panjang.

Sapi Simmental ini populer dengan nama Sapi Metalbdibkalangan peternak, dan sebagian peternak atau pedagang sapi terkadang salah kaprah dengan menyebut sapi ini sapi limousin, bahkan ada yang menyebutnya sapi Brahman.

Sapi Simmental (termasuk pula Bos Taurus), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland (Swiss), namun sekarang berkembang lebih cepat di benua Amerika, serta di Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Sapi ini adalah tipe sapi perah dan pedaging.

Sapi jantan ketika dewasa mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina ketika dewasa mencapai bobot 800 kg. Secara genetika, sapi Simmental merupakan sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin dan merupakan sapi tipe besar.

Sapi ini memiliki volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntit pemiliknya untuk melakukan pemeliharaan yang lebih teratur.

5. Sapi brahman

gambar sapi brahman
morenoranches.com

Sapi Brahman merupkan keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Berasal dari India kemudian masuk ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1849 dan mulainberkembang pesat disana. Di Amerika Serikat, sapi Brahman ini dikembangkan, diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, jenis sapi ini diekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dari Amerika Serikat, kemudian sapi Brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1974. Sapi Brahman inibrelatif tahan terhadap penyakit dan memilik variasi wana kulit yang beragam. Mulai dari yang berwarna putih, coklat hingga yang kehitaman, Brahman memiliki kualitas karkas yang bagus.

Ciri khas sapi Brahman ini yatu memiliki punuk yang besar dan berkulit longgar, gelambir di bawah leher hingga perut lebar dengan banyak lipatan-lipatan. Telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi ini merupakan tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan, khususny di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: